-->

Analisa Usaha Larva Ikan Bawal

Segelintir orang yang mengetahui peluang bisnis tersebut adalah Bety Rahmawati, mojang Cianjur almumnus Institut Pertanian Bogor Jurusan Perikanan.

Dengan modal awal Rp 3.400.000.- Bety sudah bisa menjalankan bisnisnya. Sebagian modalnya digunakan untuk membeli 300.000 ekor larva, sisanya untuk biaya operasional. Dibandingkan dengan para petani yang membudidayakan bibit dan pembesaran ikan bawa, bisnis yang ditekuni Bety jauh lebih simpel dengan resiko jauh lebih kecil. Hasilnya? Bisa puluhan juta per bulan.

Kedekatan Bety pada bawal, bermula dari kebutuhan untuk biaya kuliahnya. Pada semester kedua ia menghadapi situasi ekonomi yang sulit, sampai ia dituntut untuk mencari biaya sendiri. Usahanya di bidang penjualan pakaian dan makanan ternyata tidak mampu menutupi. Bety pun memutar otak mencari peluang usaha supaya kuliahnya tidak putus di tengah jalan. Sampai kemudian ada yang mengajaknya usaha di ikan patin namun bisnis tersebut tidak berjalan mulus, terlalu banyak kendala yang dihadapi.

Pada akhirnya, ia bertemu dengan seseorang yang membutuhkan larva ikan bawal. Ternyata ikan bawal memiliki pasar yang lebih prospektif dibanding ikan tawar lainnya. Perputarannya bagus, cepat dan simpel. “Kata pak haji (pembudidaya bibit dan pembesaran ikan bawal-red): patin nggak butuh, tapi kalau larva bawal berapa saja saya duitin, hah!,” ucapnya menirukan Pak Haji,salah satu pelanggan setianya. “Kalau begitu tinggal saya cari aja bandar besar di Bogor”, kata Bety dengan antusiasnya.
Gambar ikan Bawal

Beruntung ia bertemu dengan kakak kelasnya angkatan ke 28 yang memiliki farm besar di Bogor. Modal awal yang dimiliki diakui berasal dari penagguhan biaya kuliahnya. Keputusan menunda pembayaran SPP tersebut ternyata tidak sia-sia, karena penjualan itu berbuah sukses. Usaha Bety selanjutnya adalah memenuhi permintaan larva ikan bawal para petani ikan. Kini ia dapat memenuhi pesanan dari Cianjur, Subang, Tasikmalaya, Sukabumi, Parung, dan sebagainya. Saat ini daerah Cianjur memang lebih difokuskan untuk pemasokan, melihat domisili Bety yang tinggal di kota ini. “Permintaan dari luar daerah, bahkan luar Pulau Jawa banyak, tetapi saya hanya fokus di sekitar Cianjur saja.”
Dengan ukuran tak lebih besar dari jarum pentul, larva bawal bisa menjadi bisnis yang menggiurkan. Untungnya bisa puluhan juta per bulan.

Selama ini orang hanya mengenal bisnis budidaya ikan bawal tawar atau pemijahan ikan bawal. Padahal di antara dua rantai itu ada celah bisnis yang menggiurkan, yakni sebagai pemasok larva ikan bawal.

Ikan bawal air tawar atau colossoma macropomum adalah salah satu ikan unggulan budidaya perikanan air tawar. Kelebihan ikan bawal ini, ukuran badannya cukup besar, dagingnya gurih dan tidak banyak duri sedangkan dari sisi rasa, ikan bawal air tawar tidak kalah lezat dibanding ikan bawal air laut, dagingnya pun lebih padat dari ikan yang lain. Diakui oleh Bety, prospek dari bisnis pemasok larva ikan bawal ini sangat baik. “Prospeknya bagus, karena ikan dikonsumsi oleh orang banyak, selama orang masih suka ikan saya tidak akan berhenti berbisnis di ikan,” ujar Bety.

Untuk budidaya larva ikan bawal air tawar ada beberapa tahapan. Tahapan itu dawali dengan pemeliharaan induk. Umur mempengaruhi kualitas induk oleh karena itu induk harus berumur dua atau tiga tahun, semakin tua semakin bagus. Tahap berikutnya dilakukan pemijahan (perkawinan antara induk jantan dengan induk betina di suatu tempat), induk harus disuntik hormon opavrim (obat perangsang supaya ikan mudah memijah) terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pengangkatan telur yang dilanjutkan dengan pemeliharaan larva, pengangkatan larva ke kolam pemeliharaan benih sampai umur 40 hari, kemudian dilakukan pemberian pakan, lalu diangkat kejaring apung dan dipelihara hingga empat bulan untuk bisa dikonsumsi pelanggan.

“Untuk memilih bibit ikan yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, bibit harus sehat, bibit yang sehat dapat dilihat dari bentuk tubuhnya, bentuk siripnya, ketahanan tubuhnya, kemudian nafsu makannya, untuk kelengkapan seperti sirip kepala, punggung, dada, dan ekor, dapat terlihat setelah usia empat puluh hari. Sedangkan bibit larva bawal yang baik, bisa dilihat berdasarkan usianya, jika sudah masuk umur 7, 8, 9 hari atau seminggu keatas sampai umur ke 10, 11, 12 hari (maksimal) itulah yang bagus, berarti ikan sudah makan, pakan yang diberi untuk larva bawal ini disebut artemia (pakan alami yang instan),” kata Bety.

“Tekhnik pemberian pakan yang baik pada larva, mengacu pada beberapa cara seperti, pemberian makan dilakukan di aquarium sebab pemeliharaannya di dalam aquarium, larva ikan diberi artemia. Dalam menggunakan aquarium tidak boleh sembarangan, harus yang khusus, di ruangan tertutup, dan menggunakan pemanas (heater). Untuk cara tradisional dapat menggunakan kompor. Agar nafsu makan ikan baik, biasanya suhu air yang bagus untuk hidup larva dihangatkan dengan menggunakan kompor biasa. Caranya, ruangan ditutup dengan terpal sehingga suhu lebih panas, biarkan kompor menyala seharian (24 jam), dari ruangan yang berukuran 4x4 jumlah kompor yang diperlukan dua buah, cukup untuk 30 kotak aquarium. Satu aquarium berisi 70.000 ekor larva (tergantung ukuran aquarium), biasanya ukuran aquarium 50x30 cm,” papar gadis yang berusia 23 tahun, yang dalam beberapa bulan ke depan akan mengakhiri masa lajangnya ini.

Selain pemilihan bibit dan pakan, tentunya tidak boleh dilupakan juga cara pemanenan larva yang baik, gunakan corong dengan kain halus, air yang terdapat dalam wadah dikeluarkan sebagian hingga tinggal seperempatnya saja, ikan diangkat dengan serokan kemudian dipindahkan untuk dimasukkan ke plastik berukuran besar. Dalam satu plastik terdapat 200 ekor larva ikan. Satu ekor larva ikan bawal diberi harga 85 rupiah/ekornya, Induk yang gampang memijah biasanya menghasilkan banyak telur. Induk betina disuntik dengan hormon opavrim sebanyak dua kali Larva Bawalsuntikan, dengan waktu jedah 6-8 jam. Setelah itu disimpan dalam satu tempat berukuran 2x2 fiberglass hiblow (mesin air untuk fluktuasi agar telur ikan bawal tidak mengendap), setelah memijah dalam kurun waktu 24 jam baru telurnya bisa diangkat. Kemudian taruh di aquarium yang sudah dibersihkan dan dilengkapi aerator, beri air dan kasih anti jamur.

Untuk pemijahan perlu memperhatikan faktor alam, karena lingkungan, air, suhu, tanah, keasaman (PH), sangat berpengaruh. Saran dari Bety, daerah yang paling cocok untuk melakukan pemijahan adalah Bogor. Sedangkan untuk pembesaran baik dilakukan di luar Bogor seperti daerah Parung, Tasik, Subang, Sukabumi, Cianjur lebih dominan karena dekat dengan jaring apung. Musim kemarau masih menjadi kendala yang belum terpecahkan hingga saat ini. Karena di musim ini ikan sulit memijah, otomatis telur juga susah, larva sedikit, harga pun merangkak naik.

Bety mengaku, keuntungan yang didapat dari bisnisnya sudah bisa ia gunakan untuk membeli lahan farming, meski sekarang masih dalam tahap pembuatan. sedangkan dari hasil penjualan ikan, ia memperoleh keuntungan Rp 1 sampai Rp 3 per ekornya (berfluktuasi). Untuk pemesanan 70.000 ekor larva ia memperoleh keuntungan Rp 105 ribu. “Jika pesanan melejit penjualan sampai 6 juta ekor per bulan, sebaliknya jika kondisi pesanan sedang sepi hanya 2 juta ekor. Target pemasaran di Cianjur 20%, jika pemasarannya lebih luas, jelas omset saya akan makin besar,” ujar gadis yang akan segera mengoperasikan farm-nya di Bogor setelah menikah beberapa bulan ke depan.

Analisa usaha pemasok larva ikan bawal air tawar per 500.000 ekor
Pembelian
500.000 ekor larva @Rp.8,- Rp. 4.000.000,-
Biaya transportasi + pegawai + pulsa Rp. 150.000,- +
Rp. 4.150.000,-

Pendapatan 500.000 ekor larva x @RP. 10,- Rp. 5.000.000,-
RP. 4.150.000,- -
Rp. 850.000,-

Catatan:
- Resiko kematian di larva lebih kecil dibanding pada benih, dari 100 kantong resiko kematian 10
kantong. Penyebab kematian biasanya karena udara dan mesin kendaraan yang panas, terlalu
lama disimpan juga beresiko kematian
- Kendala yang dihadapi, adanya kematian benih pada saat pengiriman yang menyebabkan
kerugian, terhambatnya pembayaran dari konsumen, kesulitan mendapatkan benih.
- Solusi yang telah diusahakan, perbaikan pengiriman, pemberian batasan waktu pembayaran,
pemesanan benih minimal satu minggu dan pembayaran benih sebelum pengiriman, mencari
produsen benih bawal didaerah lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel